Rumah Tradisional Bali Di BatuanRumah Tradisional Di Batuan ini menjadi obyek wisata yang ramai dikunjungi oleh wisatawan, terutama wisatawan eropa. Rumah kuno ini terletak di Banjar Punida Negara, Desa Batuan, kecamatan Sukawati, kabupaten Gianyar Bali. Berjarak 5 menit ke arah Barat dari pasar seni Sukawati. Batuan adalah sebuah desa yang terkenal sebagai desa seni yang melahirkan banyak kreatifitas seni baik itu berupa patung, lukisan, egg painting, ukiran batu, dan lain-lainnya.

Di tempat ini terdapat tiga buah rumah asli Bali yang masih utuh hingga sekarang. Terbuat dari bahan batu atau dari tanah liat dan rumput ilalang digunakan sebagai atap rumah. Dapur yang ada pun masih sangat tradisional, mereka menggunakan kayu bakar untuk memasak.

Angkul-Angkul Pintu Masuk RumahJika anda memasuki areal rumah, anda akan merasakan suasana unik dan asri. Dibelakang Rumah terdapat pohon dan tumbuhan yang mempunyai kegunaan untuk kehidupan sehari-hari. Dan hewan ternak yang dibiarkan hidup di kebun belakang.

Keluarga yang berada di area Rumah Bali Batuan ini, ramah menyapa anda. Mereka yang tinggal di lingkungan seluas sekitar 6 are, melakukan aktivitas seperti biasa. Memasak, Berkebun, beternak dan lainnya. Suasana dan Bangunan rumah memang masih dipertahankan sebagaimana bangunan Bali tempo dulu.

Komplek rumah kuno dengan arsitektur Bali jaman dulu yang masih sangat orisinil. Semua struktur bangunan, tata letak dan fasilitas penunjangnya masih sama seperti 50 tahun yang lalu.

Rumah Tradisional Batuan Bale DajeMemasuki areal rumah, anda akan disambut oleh sebuah angkul-angkul(gerbang), kemudian didalam areal rumah terdapat bale daje (bangunan bagian utara) yang masih sangat antik dan kuno. Bahan bangunan berasal dari cetakan tanah liat yang tidak dibakar, lantai dari semen, dan atap dari alang-alang.

Memasuki bangunan dapur, kita bisa menemukan kompor kuno (tungku api) yang masih aktif digunakan oleh pemilik rumah. Rumah kuno ini merupakan contoh rumah-rumah Bali masa lampau. Sekarang sangat sulit mencari rumah seperti itu. Mungkin jika anda berkunjung ke Penglipuran di daerah Bangli atau ke Desa Tenganan, anda bisa melihat desa yang masih alami dengan artsitektur bangunan rumah yang hampir sama.

Mulai chat!
1
Halo, kami siap membantu Anda